Ada rindu yang tidak berisik,
ia hanya duduk diam di sudut malam,
menyebut namamu perlahan,
seolah takut membangunkan kenangan.
Kau tahu,
sejak pertemuan itu,
setiap detik seakan belajar
bagaimana caranya jatuh perlahan tanpa luka.
Aku tidak mencari apa-apa,
hanya ingin mengenalmu dengan sederhana;
seperti langit mengenal hujan,
tanpa pernah meminta datangnya.
Dan jika suatu hari dunia membuat kita asing,
aku ingin kau tahu—
ada seseorang yang pernah menulis tentangmu
dengan sepenuh perasaan,
meski tak sempat mengucap “aku cinta”.




